Diberdayakan oleh Blogger.

Nih Sifat, Moral Dan Abjad Insan Menurut Weton Pasaran Jawa


Sifat, budbahasa dan abjad seseorang sanggup dilihat menurut hari lahir atau weton pada pasaran jawa. Pada pasaran jawa yang dimulai dari "manis, pahing, pon, wage, kliwon" dan hari yang dimulai dari "senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu". Total semua ada 35 hari dalam pasaran jawa dan semuanya itu memiliki arti tersendiri. Untuk itu, primbon jawa akan membahas satu per satu, mulai dari yang pertama :

Hari Senin

Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Senin Manis
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Senin Pahing
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Senin Pon
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Senin Wage
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Senin Kliwon

Hari Selasa

Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Selasa Manis
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Selasa Pahing
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Selasa Pon
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Selasa Wage
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Selasa Kliwon

Hari Rabu

Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Rabu Manis
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Rabu Pahing
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Rabu Pon
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Rabu Wage
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Rabu Kliwon

Hari Kamis

Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Kamis Manis
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Kamis Pahing
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Kamis Pon
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Kamis Wage
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Kamis Kliwon

Hari Jumat

Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Jumat Manis
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Jumat Pahing
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Jumat Pon
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Jumat Wage
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Jumat Kliwon

Hari Sabtu

Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Sabtu Manis
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Sabtu Pahing
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Sabtu Pon
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Sabtu Wage
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Sabtu Kliwon

Hari Minggu

Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Minggu Manis
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Minggu Pahing
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Minggu Pon
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Minggu Wage
Sifat, Watak dan Karakter Seseorang yang Lahir di Hari Minggu Kliwon

Sifat menurut pasaran jawa diatas merupakan rangkuman dari banyak sekali sumber. Link postingan ini akan kami lengkapi. Tekan ctrl+D (bookmark) dan tunggu update selanjutnya dari bog primbon jawa online.

Nih Kitab Primbon Betaljemur Adammakna


Sejarah kitab betaljemur adammakna.

Buku Primbon Betaljemur adammakna pada jaman dahulu merupakan buku milik Kanjeng Sultan Hamengku Buwono di Yogyakarta yang ditulis ulang oleh Kanjeng Pangeran Harya Tjakraningrat.

Kitab primbon betaljemur adammakna biasa dipakai oleh orang jawa sebagai buku panutan yang paling mujarab untuk menghitung hari baik pada hari perkawinan atau mencari hari baik untuk membuka bisnis atau perjuangan dan mengetahui tabiat sikap seseorang menurut weton.

Dalam Primbon Kitab Betaljemur adammakna terdapat 337 BAB yang ditulis wacana cara menghitung hari baik dan cara mengetahui sifat atau tabiat seseorang menurut primbon jawa. Untuk ketika ini terdapat 2 versi bahasa pada Kitab Betaljembur Adammakna, ialah bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

Kitab Betaljemur ada 8 Jilid diantaranya:

Betaljemur Adammakna (Jilid 1)
Lukmanakim Adammakna (Jilid 2)
Atassadur Adammakna (Jilid 3)
Bektijamal Adammakna (Jilid 4)
Shahdhatsaahthir Adammakna (Jilid 5)
Qomarrullsyamsi Adammakna (Jilid 6)
Naklassanjir Adammakna (Jilid 7)
Quraisyn Adammakna (Jilid 8)

Nih Makna Kedutan Pada Anggota Tubuh


Pernah mengalami kedutan pada anggota badan anda? Dalam primbon jawa setiap kedutan mempunyai tafsir tertentu tergantung dimana letak kedutan pada anggota badan anda. Pada postingan kali ini, primbon jawa akan membahas ihwal arti kedutan pada bab tubuh.

Seluruh bab badan berkedut
bermakna akan menghadapi banyak urusan.

Kepala sebelah kiri
bermakna akan mendapat rezeki besar

Kepala sebelah kanan
bermakna akan mendapat kebanggaan orang banyak

Kening
bermakna akan mendapat uang atau kebahagiaan

Alis sebelah kiri berkedut
bermakna akan bertemu dengan orang yang dicintai, baik keluarga atau orang lain.

Bila alis sebelah kanan berkedut
bermakna akan bertemu kekasih

Kulit mata berkedut sebelah kiri
bermakna akan bertemu dengan orang-orang bau tanah yang dicintai

Kulit mata berkedut sebelah kanan
bermakna anda akan menangis alasannya ialah akan mendapat kejadian yang menyakitkan.

Daun indera pendengaran kiri bekedut
bermakna akan mendapat kesusahan atau kejadian yang menyakitkan

Daun indera pendengaran kanan berkedut
bemakna akan mendapat uang tak terduga.

Pipi sebelah kanan berkedut
bermakna akan mendapat pekerjaan yang menyenangkan.

Pipi sebelah kiri berkedut
bermakna akan mendapat kesenangan dan kebanggaan dari masyarakat.

Sikut sebelah kanan berkedut
bermakna akan mencicipi jatuh cinta.

Sikut sebelah kiri berkedut
bermakna akan bertemu saudara jauh.

Telapak tangan sebelah kanan berkedut
bermakna akan mendapat uang yang tidak diduga dalam waktu dekat.

Telapak tangan sebelah kiri berkedut
bermakna akan mendapat kesenangan

Kaki sebelah kanan berkedut
bermakna akan berpergian jauh

Kaki sebelah kiri berkedut
bermakna akan mendapat kesusahan

Jari elok berkedut
bermakna akan ada orang yang mengajak tukar cincin.

Nih Wuku Sinta - Batara Yama



Wuku Sinta mengambil nama dari isteri prabu Watu-Gunung yang konon memiliki 27 anak laki-laki. 13 diantaranya kembar.

Ciri-ciri, keberuntungannya, Perwatakan dan perilaku Wuku Sinta berdasarkan primbon jawa ialah sesuai dengan penggambaran adab dari Batara Yama yaitu:
  • Dewa yang menaungi Wuku Sinta ialah Batara Yamadipati. Oleh alasannya ialah tugasnya, tuhan yang satu ini lebih dikenal dengan sebutan.Dewa Pencabut Nyawa.
  • Kayunya ialah kayu gendayakan, yang memiliki daya penyembuh, sehingga menjadi kawasan santunan dan sambat-sebut bagi orang-orang sakit dan sengsara.
  • Burungnya Gagak pertanda tajam firasatnya, sanggup mengetahui wangsit, atau kejadian penting yang masih tersembunyi tetapi bakal terjadi.
  • Bersanding dengan gedhong, atau rumah glamor artinya bahagia mengatakan kekayaannya.
  • Membawa umbul-umbul, sebagai tanda bahwa yang bersangkutan akan mendapat kemuliaan.
  • Lambangnya Wulan Karahinan, atau Bulan tersaput awan, artinya memiliki tekad yang kuat, kenceng budine, tidak sanggup sabar dan gampang cemburu.
  • Datangnya sambekala, atau kemalangan terjadi pada usia separo-baya, kira-kira umur 40 tahun hingga dengan 50 tahun.
  • Hari naas Senin Pon

Cara menangkal biar terhindar dari mara ancaman yaitu dengan menciptakan ‘slametan’ berupa:
  • Beras 3,5 kg (sapitrah) dimasak dengan lauk rendang kebo.
  • Setelah nasi dan lauknya masak, yang bersangkutan bersama keluarga mendaraskan donga tolak bilahi, doa mohon dijauhkan dari mara-bahaya.
  • Selesai doa, nasi dan lauknya dibagi-bagikan kepada keluarga dan sanak saudara.
  • Selama 7 hari dihitung dari waktu slametan, yang bersangkutan tidak diperkenankan pergi dari rumah ke arah timur laut.

Nih Wuku Landep - Batara Mahadewa


Untuk mencegah supaya terhindar dari celaka dan kemalangan, perlu mengupayakan slametan. Caranya ialah menciptakan tumpeng, dang-dangan beras atau meliwet/memasak beras dengan cara di-dang (dengan kukusan). Banyaknya beras yang di-dang ialah sapitrah atau 3,5 kg. Lauknya ialah daging menjangan dimasak kolak, digecok (dicacah/dipotong) dan dibakar.

Selain itu, selama 7 hari yang bersangkutan dihentikan pergi dari rumah ke arah barat, sebab daerah sengkala (bahaya) terletak di barat.

Penggambaran Wuku Landep berdasarkan keterangan gambar ialah sebagai berikut:
  • Dewi Landep (kiri) menghadap Batara BatarSyiwa yang sedang mencelupkan kakinya di bokor air.
  • Ada gambar rumah gedong dan burung atat kembang yang hinggap di pohon gendayakan

Ciri-ciri, keberuntungannya, Perwatakan dan perilaku Wuku Landep berdasarkan primbon jawa ialah sesuai dengan penggambaran etika dari Batara BatarSyiwa yaitu:
  • Dewa yang menaungi wuku Landep ialah Batara Mahadewa. Ia bahagia di daerah yang sepi dan tenang, untuk mengolah batin.
  • Kelebihannya ialah tajam daya ingatannya, bisa menangani segala jenis pekerjaan, serta menjadi daerah bertanya atau belajar.
  • Kayunya ialah kayu Gendayakan, yang memiliki daya penyembuh, sehingga menjadi daerah pemberian bagi orang-orang sakit dan sengsara hidupnya.
  • Burungnya ialah burung Atatkembang yang menjadi kelangenan (kesukaan) wong agung (orang besar). Artinya, orang yang memiliki wuku Landep umumnya rupawan, hatinya terbuka, dan disenangi orang banyak, termasuk pejabat atau atasan.
  • Lambang wuku Landep ialah ‘sinar matahari’, menerangi hati yang gelap.
  • Kaki BatarSyiwa yang dicelupkan ke dalam bokor air melambangkan bahwa wataknya adem, tidak gampang emosi.
  • Namun sayang, ada pamrih di balik perbuatan baik tersebut.
  • Rumah gedhong yang terletak di depan, memberi tanda bahwa orang yang berwuku-Landep termasuk orang yang suka pamer.
  • Datangnya ancaman : tertimpa kayu atau bangunan roboh
  • Hari naas : Rebo Pahing, supaya waspada, dan jikalau berpergian perlu ekstra hati-hati.
  • Hari baik : Minggu Wage, untuk sanggup dipergunakan pada setiap keperluan penting.

Nih Wuku Wukir, Ukir - Batara Mahayakti


Wuku Wukir mengambil nama dari anak prabu Watugunung yang nomor satu.
Untuk mencegah biar terhindar dari penganiayaan, perlu mengupayakan slametan. Caranya yaitu menciptakan tumpeng, dang-dangan beras atau meliwet/memasak beras dengan cara di-dang (dengan kukusan). Banyaknya beras yang di-dang yaitu sapitrah atau 3,5 kg. Lauknya yaitu daging ayam putih mulus dan sayuran lima macam.

Selain itu, selama 7 hari yang bersangkutan dilarang pergi dari rumah ke arah tenggara, alasannya daerah sengkala (bahaya) terletak di tenggara menghadap Barat-laut.

Penggambaran Wuku Wukir, Ukir berdasarkan keterangan gambar yaitu sebagai berikut:

  • Wukir (kiri) menghadap Batara Mahayekti
  • Bokor air dan rumah gedong di depan artinya bahagia pamer
  • gambar umbul-umbul dibelakang artinya rejekinya melimpah di hari tua
  • dan burung manyar terbang di atas pohon nagasari

Ciri-ciri, keberuntungannya, Perwatakan dan perilaku Wuku Wukir, Ukir berdasarkan primbon jawa yaitu sesuai dengan penggambaran susila dari Batara Mahayakti yaitu:

  • Dewa yang menaungi wuku Wukir yaitu Batara Mahayekti
  • Kelebihannya: pemurah dan memiliki sifat kepemimpinan.
  • Kekurangannya: di mana pun inginnya perintah, tidak sanggup diajak setia
  • Kayunya yaitu kayu Nagasari, wataknya suka prihatin
  • Burungnya yaitu burung Manyar tidak bahagia diatasi atau di ungguli
  • Lambang wuku Wukir yaitu becik dari kejauhan tetapi jikalau didekati mengecoh
  • Air di depan artinya pradah dan suka pamer menampakan kekayaannya
  • Rejekinya tiba dihari tua.
  • Datangnya ancaman : dianiaya
  • Hari naas : tidak jelas
  • Hari baik : RabuWage, dan Jumat Legi

Nih Wuku Kurantil, Kulantir - Batara Langsur


Untuk mencegah semoga terhindar dari celaka jatuh perlu mengupayakan slametan. Caranya yaitu menciptakan tumpeng, dang-dangan beras atau meliwet/memasak beras dengan cara di-dang (dengan kukusan). Banyaknya beras yang di-dang yaitu sapitrah atau 3,5 kg. Lauknya yaitu daging ayam putih blorok kemanggang, dimasak pecel. Selain itu, selama 7 hari yang bersangkutan dilarang memanjat pohon dan bangunan.

Penggambaran Wuku Kurantil, Kulantir berdasarkan keterangan gambar yaitu sebagai berikut:
  • Kuranthil (kiri) menghadap Batara Langsur yang membawa umbul-umbul.
  • Bokor air ada di sebelah kirinya.
  • Rumah gedong di depan dalam keadaan ngglimpang.
  • Burung Slindhitan hinggap di atas pohon ingas yang menaunginya.

Ciri-ciri, keberuntungannya, Perwatakan dan perilaku Wuku Kurantil, Kulantir berdasarkan primbon jawa yaitu sesuai dengan penggambaran susila dari Batara Langsur yaitu:
  • Dewa yang menaungi wuku Wukir yaitu Batara Langsur.
  • Kelebihannya: teguh pendiriannya, rajin bekerja, praktis disenangi orang termasuk juga atasannya.
  • Kekurangannya: pemarah, pemboros (sehingga praktis celaka alasannya yaitu sifat borosnya), bila menjadi pemimpin tidak sanggup melindungi bawahannya dan tidak sanggup memberi pengarahan yang baik.
  • Kayunya yaitu kayu ingas, wataknya walaupun praktis panas tetapi sabar.
  • Burungnya yaitu burung Slindhitan, wataknya ubed, ringan tangan, tidak mau menganggur
  • Lambang wuku Wukir yaitu anggara kasih nuju wogan, tidak langgeng budinya atau kurang stabil dalam menyikapi hidup dan kehidupannya.
  • Gedhongnya di depan artinya pradah dan tidak sanggup menyimpan harta-bendanya.
  • Air yang ditempatkan di sebelah kiri, artinya budinya selingkuh, ada hal-hal yang disembunyikan.
  • Memanggul umbul-umbul artinya memiliki kamulyan.
  • Datangnya ancaman : alasannya yaitu jatuh
  • Hari naas : tidak jelas
  • Hari baik : Sabtu Wage